Ketika aku luka, ku kira tak kan ada yang dapat mengobati
Ketika aku jatuh dengan airmata ku, ku kira tak kan ada yang dapat membantu ku berdiri melawan perih.
Tapi aku salah.
Bukan hanya menjadi pengobat luka, tapi dia juga memberikan sesuatu yang sangat berharga untuk ku.
Dia lah penyembuhku.
Dia lah pembangkit semangat ku.
Dialah penuntun langkah cinta ku.
Dia memberikan ku cinta utuhnya.
Aku bahkan tak tahu harus bagaimana.
Tapi, sekarang aku perlahan tahu.
Cinta utuh ku adalah untuknya.
Hanya untuknya.












louisx Berkata:
on Desember 22, 2008 at 10:45 am
ni puisi cocok bgt ama ce aku
tyus aku deh pengobat hatinya
klo bca puisi ini aku jdi-nya kege-eran nehh
tapi ce aku ckrang udah sembuh kok hatinya
itu semua krena aku tuh……..