Cinta Untuknya

Ketika aku luka, ku kira tak kan ada yang dapat mengobati
Ketika aku jatuh dengan airmata ku, ku kira tak kan ada yang dapat membantu ku berdiri melawan perih.

Tapi aku salah.
Bukan hanya menjadi pengobat luka, tapi dia juga memberikan sesuatu yang sangat berharga untuk ku.

Dia lah penyembuhku.
Dia lah pembangkit semangat ku.
Dialah penuntun langkah cinta ku.

Dia memberikan ku cinta utuhnya.
Aku bahkan tak tahu harus bagaimana.

Tapi, sekarang aku perlahan tahu.
Cinta utuh ku adalah untuknya.
Hanya untuknya.

1 Komentar »

  1. louisx Said:

    ni puisi cocok bgt ama ce aku
    tyus aku deh pengobat hatinya
    klo bca puisi ini aku jdi-nya kege-eran nehh
    tapi ce aku ckrang udah sembuh kok hatinya
    itu semua krena aku tuh……..


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: